Desainrumah123.com │ Pernah mendengar istilah Rumah Tumbuh ? Bagi Anda yang belum tahu, rumah tumbuh adalah konsep atau cara membangun  rumah secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup panjang. Dimana saat proses pembangunan dimulai, Anda tidak menggunakan seluruh lahan yang ada, namun menyisakan sedikit ruang untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penghuni rumah di waktu yang akan datang. Oleh karena itu konsep ini dinamakan rumah tumbuh, karena rumah akan “tumbuh” di masa depan.

Pembangunan rumah dengan memakai konsep rumah tumbuh pada umumnya berasal dari kalangan pekerja berusia tanggung atau keluarga muda yang anggota keluarganya masih berjumlah sedikit (berjumlah dua atau tiga orang). Konsep rumah tumbuh ini cocok bagi Anda yang ingin memiliki rumah sendiri, tapi kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk membangun rumah langsung jadi sekaligus secara keseluruhan

Cara Pengembangan Rumah Tumbuh

Ada dua macam cara pengembangan rumah tumbuh, yaitu pengambangan rumah tumbuh Vertikal dan pengembangan rumah tumbuh Horizontal, dan berikut perbedaannya :

Pengembangan rumah tumbuh vertikal adalah menumbuhkan rumah secara vertikal. Dalam arti lain, di awal Anda hanya membangun rumah satu lantai, namun dengan menggunakan atap, pondasi, dan kolom yang kuat untuk menopang penambahan tingkat rumah di kemudian hari. Hal ini dimaksudkan agar Anda tidak perlu membuang waktu untuk melakukan injeksi beton pada struktur demi memperkuat bangunan di tahap pengembangan rumah selanjutnya. Keuntungan membangun rumah yang tumbuh secara vertikal adalah Anda tidak memerlukan lahan yang luas.

Berbeda dengan konsep pengembangan rumah tumbuh vertikal, untuk pengembangan rumah tumbuh  secara horizontal, Anda harus memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan selanjutnya, setidaknya 2 kali luas bangunan awal rumah Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan tulang struktur tetap keluar untuk memudahkan penyambungan struktur di tahap pengembangan berikutnya.

Hal yang wajib Anda perhatikan sebelum membangun rumah tumbuh
  • Menentukan arah pengembangan rumah

Tentukan arah pengembangan rumah sejak awal agar pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan. Jika lahan Anda tidak terlalu luas, Anda dapat memilih untuk membangun rumah tumbuh vertikal. Sebaliknya bila lahan Anda cukup luas, Anda dapat membangun rumah tumbuh horizontal. Anda juga harus konsisten dalam pelaksanaan pembangunan rumah tumbuh guna terhindar dari pembengkakan anggaran.

  • Rencanakan Bahan Bangunan

Susunlah perencanaan serta kebutuhan bahan bangunan dengan teliti dan sistematis. Jangan sampai ada kesalahan perhitungan yang kelak merugikan Anda. Konsultasikan rencana Anda dengan keluarga dan kenalan Anda yang telah memiliki pengalaman di bidang pembangunan rumah tumbuh sebelumnya.

Selanjutnya, lakukan survey ke beberapa toko bahan bangunan dan bandingkan harga yang ada di setiap toko. Pilihlah toko yang menjual bahan bangunan berkualitas baik dengan harga yang masuk akal. Jangan tergiur dengan harga yang terlalu miring, karena bisa saja bahan yang dijual tidak berkualitas.

  • Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Jika sudah selesai menyusun rencana akan seperti apa pembangunan rumah Anda nanti, langkah selanjutnya adalah menyusun RAB. RAB adalah perkiraan biaya material bangunan, upah tukang bangunan, dan biaya ekstra lain yang dibutuhkan untuk mendirikan bangunan. RAB sangat berguna sebagai pedoman dalam pembangunan agar proses berjalan dengan efisien, efektif, dan lancar.

  • Memperhitungkan Inflasi

Proses pembangunan rumah tumbuh terjadi dalam jarak dan jangka waktu yang panjang, karena itu Anda perlu memperhitungkan laju inflasi agar anggaran yang Anda siapkan tidak jauh berbeda dengan total pengeluaran sebenarnya. Masukkan jumlah kenaikan harga bahan bangunan ataupun upah tukang bangunan pada RAB sebesar 5-10% setiap tahunnya. Dengan cara ini, Anda dapat memperhitungkan kenaikan biaya pada pembangunan tahap selanjutnya.

Setelah membaca artikel ini, apakah sekarang Anda tertarik untuk membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh ?